Tampilkan postingan dengan label Celoteh Pandu. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Celoteh Pandu. Tampilkan semua postingan

Jumat, Desember 12, 2014

Nawak Uka Kobam

Kau mabuk kawanku,aku pun sama
Kita sama sama suka wanita
Wanita yang cantik,oh cantik bajunya..
Padahal dia sama saja sama seperti wanita lainya..
Jika ia mengedan saat buang air besar..
Wajahnya tak secantik yang kita kira.
Kau mabuk kawanku,aku pun sama..
Kita sama sama suka wanita..
Wanita cantik...oh cantik bedaknya..
Dan lama lama aku takut,jika kelak aku dan wanita itu bersama..
Aku cepat mengidap TBC..karena terlalu dekat dengan mukanya yang penuh bedak
Hingga ketebalan yang tak bisa ku ukur sepertinya...
Kau mabuk kawanku,aku pun sama...
Kata orang dia cantik..tapi kita sepakat untuk bilang dia jelek..
Karena oh karena..ayah lebih memilih menikahi ibu,Di banding dia...
Iya ibu yang selalu memarahi kita,yang memaksa kita untuk makan yang banyak agar cepat besar,dan ketika sudah besar begini malah disuruh untuk cari pekerjaan.
Kau mabuk kawanku,akupun sama
:)

Senin, November 17, 2014

Mari Demo Kenaikan Harga Rokok Di SPBU Pemerintah


Oh esok selasa…
Selasa tanggal 17 bulan november
tepat di tahun 2014 masehi..
Oh..besok republik indonesia,akan menghadapi hal baru…
Dan oh..hal baru itu adalah
naiknya harga BBM…
Oh aku yang salah,atau mereka yang salah..
Aku hanya paham…
paham kalau bbm bukan naik harga..
Tetapi berkurangnya jumlah subsidi
per liternya…
Oh oh sayang sungguh disayang..
Mereka yang mengaku orang susah di republik ini..
mendadak antri di spbu..
Apakah se sulit itukah hidup warga indonesia…
Apakah kalian merasa "miskin",
wahai orang yang antri demi sebelum pukul 00.00
waktu indonesia bagian barat?
Ketika Pengurangan subsidi BBM di lakukan,
Sebagian dari kita yang mengaku
rombongan kaum intelek
dengan embel2 “maha”
malah melakukan demo…
Demo anarkis,demo seolah2 bak pahlawan..
Seolah menjadi “oknum” perubah nasib bangsa dan warganya…
Oh…oh…oh…
Mengapa ketika harga rokok perbungkusnya naik
melebihi selisih dari naiknya harga bbm…
Kalian malah diam..acuh tak acuh…
Oh…oh…oh…
Apa aku yang tak mengerti jalan perjuangan kalian?
Atau aku yang gagal paham
dan kurang peka terhadap
tujuan pergerakan kalian?
Oh…oh..oh.. Entahlah…
Mari sejenak kita demo kenaikan harga rokok di SPBU terdekat…
Agar adil demonya…
Oh..oh..oh…
Selamat malam

Jumat, September 26, 2014

Jakarta Harus Lebih Persija

Nonton stand up liga komunitas..
Ada komika dari malang..
Mereka bangga bawa syall arema..
Sebutkan satu kota di indonesia
Yang lebih dari kota malang..
Yang menganggap sepak bola adalah harga diri
dan warisan paling berharga buat keluarganya masing2?
Ku yakin tak ada..
Bahkan sekelas kota bandung,
dan ibu kota tercinta jakarta saja..
Para warganya tak ada yang seperti itu,
Jika disuruh menyebutkan..
Apa yang identik dari bandung...
Ku yakin pertama kali di sebut wisata belanjanya..
Jika di suruh sebutkan apa yang identik dari jakarta..
Ku yakin pasti banyak yang menjawab,Banjir dan macet..
Tapi jika kau tanya apa yang identik dari malang..
Maka jawaban mayoritas Pasti AREMA,
Sungguh cerminan sepak bola
yang mendarah daging hingga menjadi kultur
dan sudah menjadi kearifan lokal disana..
Hai jakarta,Kapan nih jika orang bertanya
apa yang identik dari jakarta,
Maka orang akan sebut "Persija"
dengan penuh banga?
Padahal dari segi sejarah,prestasi dan gengsi..
Tim ibukota diatas mereka..
Fanatisme pendukung pun tak kalah,
Tapi kapan ya,para jakartan bangga serta
mampu menjadikan persija sebagai harga diri,
dan menjadi warisan turun temurun.
Yang patut di jaga patut di kenang,patut di dukung hingga kelak banyak yang berujar
"Bangganya menggunakan jersey dengan lambang monas didada"..
Semoga ada saatnya..
JAKARTA HARUS LEBIH PERSIJA...

Senin, September 08, 2014

Kasih Sayang Bubur Bayi

Oh segar sungguh segar…
Pagi ini udara sungguh segar..
Di pagi ini aku mencoba menelusuri jalan raya
dekat rumah,
Dan apa yang terjadi,banyak menemukan
pedagang bubut tim untuk bayi…
Oh sungguh terkejut,sangat terkejut,
Hari ini kulihat banyak yang membelinya..
Ku lihat raut wajah pedagangnya begitu gembira..
Oh namun sayang sungguh sayang..
Mohon maaf para bayi,asupan gizi mu bukan
hasil kreasi orang tuamu..
Oh malang sungguh malang…
Maafkan ibumu wahai para balita,
Ibumu yang lebih lihai updet status di banding
lihai membuat makanan untuk memenuhi
kebutuhan gizimu..
Maafkanlah wahai balita,orang tuamu di jaman
sekarang.. Sungguh lebih memilih memanjakanmu
lewat tangan orang lain…
Semoga kau para balita tidak menjadi generasi
frustasi,
Akibat dari kecil kurang asupan kasih sayang dari
tangan bunda dan ayahmu…
Sekarang kasih sayang orang tuamu di wakilkan
oleh pampers agar supaya orang tuamu tak
kesulitan mengganti celanamu saat kau
ngompol…
Sekarang kasih sayang orang tuamu di wakilkan
penjaja bubur bayi,agar supaya orang tua mu tak
repot memikirkan bagaimana gizimu hari ini,
Dan sekarang kasih sayang orang tuami bisa di
wakilkan hanya dengan foto dirimu yang selalu di
unggah ke media sosial..
Maafkan mereka para orang tuamu ya para bayi..
Mungkin mereka hanya bisa seperti itu,disamping
hanya bisa mencari nafkah…
Oh malang sungguh malang…
-Pandu,08 September 2014 masehi…

Sabtu, Agustus 30, 2014

Pandu Punya Perkara

Hahahahahahahaha….
Ketawa dulu deh,agar terlihat bahagia,
Padahal sudah dari dulu,
Pagi pagi cerita soal perkara cinta?,rasanya
masih terlalu subuh..
Pagi pagi alangkah nikmatnya jika mampu
menikmati peninggalan penjajah belanda,dalam
bentuk kebiasaan,
Kebiasaan mengoles mentega diatas
roti,ahhhh,terlalu mudah sekali,
Cinta dan proses mengoles mentega diatas
roti,punya banyak kesamaan,butuh taste,butuh
jiwa jiwa yang tidak lapar,agar apa? Agar supaya
mentega dioles secara merata,tidak
serampangan,dengan tujuan rasa akan tersebar di
segala penjuru,tidak di satu titik,dan titik lain tak
ada rasanya…
Cinta pun seperti itu,perlu kesabaran,penuh
taste,perlu jiwa jiwa yang tak “lapar” dalam
melakukan proses mengoles kasih sayang ke
media dalam bentuk hati,
Kita tak bisa memilih rasa roti tawar karena
semua pasti rasanya tawar,begitu pun hati,tugas
kita..mengolesinya dengan kasih sayang sebagai
menteganya,perhatian sebagai mesisnya,loh
kenapa perhatian seperti mesis? Mesis kan
rasanya ada yg pait ada yg manis..nah kira kira
aja seperti itu,terkadang jika tak ada mesis bisa
juga menaburkan gula..sebagai saling
percaya,sebab gula itu manis,dan sebab
kepercayaan pun awalnya manis..entah
pelaksanaannya…hahahaha…
Kadangpun bisa menggunakan selai yang ber
aneka rasa,sebagai perasaannya…kadang
perasaan kan ber aneka rasa macam selai
gitu..hahaha…
Nah jika sudah selesai mengoles,menabur,atau
sekedar menambah selai,sekarang saatnya untuk
dimakan,dimakan untuk mengganjal lapar,dalam
hal ini lapar perhatian,apapun yang timbul di
dalam rongga mulut dan lidah..sebaiknya sudah
di ketahui,karena kita yang melakukannya..
Sama seperti cinta,ketika proses
mengunyah,dalam hal ini perjalanan cinta menjadi
fokus, kita harusnya tau,ketika apa yg di oles
atau di taburi,kira kira itu rasanya perjalanan
jatuh cinta,
Endingnya pun pasti putus,putus jadi mantan dan
saling menghina,atau putus ke jenjang
pernikahan,
Seperti roti,bisa berakhir ke toilet vua lubang
anus,atau berakhir menjadi energi untuk
melangkah ke hal yg lebih lagi…
Itulah sedikit kengawuran saya dalam
mencocok2an makanan dan cinta,
Semoga kamu bisa mengerti,
Mengerti kalau ini masih pagi,dan harusnya
maklum..
Jika saya masih ngantuk dan bisa saja sedikit
ngelantur…
Akhir kata… Saya ya saya..jika kamu cinta saya…
maka saya cinta kamu,dan bisa saja cinta orang
lain…
Wasalam :)